Indonesia selain kaya akan ragam budayanya yang unik, juga kaya akan wisata kulinernya. Pisang epe khas dari Makassar salah satunya. Jajanan khas ini sangat menarik untuk dinikmati bagi siapapun. Rasanya tak lengkap jika datang ke kota Makassar jika tidak merasakan enaknya Pisang Epe atau pisang press. Dimana pisang epe memiliki ciri khas diolah dengan dipress terlebih dahulu sebelum disajikan.
Penganan khas ini telah dijajakan di sekitar Pantai Losari sejak zaman dulu dan tetap ada sampai sekarang pedagang pisang epe tetap berjualan di sekitar pantai mulai dari sore hari hingga tengah malam. Jajanan ini memang cocok disantap sambil menikmati indahnya sunset di Pantai Losari, makanya tempat ini selalu ramai di kunjungi oleh muda-mudi.
Dalam pengolahannya pisang epe yang sudah dibakar dan pres ini, disuguhkan dengan taburan kelapa dan disiram dengan cairan gula merah dan duren. Soal rasa dijamin akan membuat lidah anda bergoyang karena nikmatnya. Makanya, kelezatan pisang epe ini terkenal sampai ke berbagai penjuru tanah air.
Soal harganya pun sangat terjangkau, cuma Rp 4.000-5.000 per porsi.
Jika Anda tertarik untuk membuatnya di rumah, berikut resepnya :
Bahan:
1 sisir pisang kepok yang tua, dikupas
Bahan Saus:
250 gram gula merah, disisir tipis
100 ml air
5 mata durian matang, buang bijinya
1/4 sendok teh garam
1 lembar daun pandan
Cara membuatnya:
Bakar pisang diatas bara api sambil dibolak balik hingga harum dan matang.
Rebus gula merah, air daun pandan sampai mendidih. Tambahkan garam dan durian. Rebus sampai kental.
Susun pisang di atas piring, siram saus sebelum disajikan.
Lulusan teknik kimia ITB ini meninggalkan karirnya yang sedang menanjak di dunia bisnis untuk mendirikan sebuah sekolah kuliner profesional pertama di Indonesia, dengan nama Chez Lely Culinary School. Ia pernah menjabat menjadi Director Purchasing and Quality Assurance, McDonald’s Indonesia (1995 –2000), New Channel Development Manager, Wall’s Ice Cream, PT Unilever Indonesia Tbk (2001-2003), Out-of-Home Manager, Food Division, PT Unilever Indonesia Tbk (2003).
Tak terhitung ia mengikuti berbagai pendidikan di Indonesia maupun di luar negeri untuk membekali dirinya dalam menjalani berbagai tugasnya. Namun panggilan untuk memberikan ilmu bagi bangsa ini menggiringnya mengikuti pendidikan kuliner profesional di Basic and Intermediate Cuisine di Le Cordon Bleu, Paris, Perancis, sebuah lembaga pendidikan kuliner berusia lebih dari 100 tahun yang adalah salah satu sekolah kuliner terbaik di dunia. Kini ia berkomitmen untuk menjadi penyedia pendidikan kuliner terbaik di Indonesia bagi calon pemasak profesional maupun amatir dari segala usia.